Wednesday, September 21, 2016

Defenisi Kewirausahaan dan Ciri-ciri Wirausaha

Kewirausahaan adalah mereka yang mampu melihat dan mencari kesempatan serta menilai kesempatan-kesempatan bisnis yang dapat berguan untuk diri sendiri ataupun orang lain yang dapat meningkatkan perekonomian bangsa.

Ciri-ciri Wirausaha
Ada sembilan ciri-ciri wirausaha adalah sebagi berikut :

  1. Adanya dorongan yang kuat untuk berprestasi
  2. Pekerja keras
  3. Memperhatikan kualitas
  4. Sangat bertanggung jawab
  5. Berorientasi pada keuntungan atau imbalan
  6. Optimis
  7. Suka berkarya
  8. Mampu memimpin organisasi
  9. Berorientasi pada uang.
Keuntungan dan Kerugian Pengusaha
Kita ketahui bahwa berwirausaha sangatlah mempunyai kerugian dan keuntungan terhadap sipengusaha, baiklah saya akan menuliskan keuntungan dan kerugian Pengusaha adalah sebagai berikut :
 A. Keuntungan jadi Pengusaha.

  1. Memberi kesempatan pada pribadi untuk mengontrol jalan hidup sendiri dengan harapan ada imbalan kepemilikan dan keuntungan yang diperoleh dari kemerdekaan/kebebasan untuk mengambil keputusan dan resiko.
  2. Kesempatan menggunakan kemampuan dan potensi pribadi secara full power, untuk mengaktualisasikan diri untuk mencapai cita-cita.
  3. Mendapatkan keuntungan yang tak terhingga dan masa depan yang lebih baik/cerah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
  4. Kesempatan memberikan peluang kerja pada masyarakat dan berbagai keuntungan perusahaan/usaha dengan program CSR (Corporation Social Responsibilitas).
B. Kerugian Jadi Pengusaha

  1. Tidak ada jaminan tidak rugi menjalankan usaha/mengembangkan usaha.
  2. Adanya resiko kehilangan aset/berkurang.
  3. Waktu banyak tersita untuk hal yang belum pasti karena 6-12 jam perhari harus mengurus bisnis.

Tuesday, September 20, 2016

Pembentukan Deformasi Plastis


Proses Pembentukan
Prinsip dasar pembentukan logam adalah melakukan perubahan bentuk pada benda kerja cara memberikan gaya luar sehingga terjadi deformasi plastis.
Beberapa contoh dari deformasi plastis adalah sebagi berikut :

  1. Rolling
  2. Tempa 2
  3. Ekstrusi
  4. Drawing
  5. Deep drawing

Teknik Pembentukan meliputi tiga bidang ilmu utama yaitu :

  1. Bidang teknologi proses meliputi ; Geometri, Parameter, Kondisi proses
  2. Bidang Mekanika meliputi ; Gaya, Daya dan Energi.
  3. Bidang metalurgi ; Perubahan sifat bahan akibat proses teknologi.
Tujuan proses manufaktur (Proses Pembentukan) yang utama ada dua hal yaitu :

  1. Mengubah bentuk benda kerja menjadi bentuk yang diinginkan.
  2. Memperbaiki sifat-sifat bahan dengan perubahan struktur mokronya antara lain :
             - Menghomogenkan dan menghaluskan butiran.
             - Memecah dan mendistribusikan inklusi
             - Menutup rongga-rongga cacat akibat pengecoran
             - Memperkuat logam dengan proses.
Pembentukan logam diklasifikasikan berdasarkan :
  1. Temperatur pengerjaan
  2. Jenis-jenis gaya pembentukan
  3. Bentuk benda kerja
  4. Tahapan produk - sistem manufaktur

Motor Empat Langkah

Setelah kita mengetahui prinsip kerja motor dua langkah, sekarang saya akan menjabarakan motor empat langkah. Baikalah, Motor empat langkah membutuhkan empat kali putaran untuk melakukan satu siklus di dalam silinder. Setiap silinder Membutuhkan empat langkah torak/piston pada dua putaran poros engkol untuk melengkapi siklusnya. prinsip kerja motor empat langkah adalah sebagai berikut.


  1. Langkah Hisap, dengan posisi piston di TMA dan berakhir dengan posisi piston di TMB, yang mana menghisap campuran segar ke dalam silinder. Untuk mengingkatkan massa campuran yang dihisap, katup masuk terbuka sesaat sebelum langkah hisap dimulai dan menutup setelah berakhirnya langkah tersebut.
  2. Langkah Kompresi, ketika kedua katup tertutup dimana campuran di dalam silinder dimampatkan dan volumenya diperkecil. Menjelang akhir langkah kompresi, pembakaran diaktifkan dan tekanan silinder naik dengan cepat.
  3. Langkah Daya atau Langkah Ekspansi, dengan posisi torak di TMA dan berakhir di TMB ketika temperatur dan tekanan gas yang tinggi mendorong torak ke awah dan memaksa poros engkol untuk berputar. Ketika piston mendekati TMB, katup buang terbuka untuk mengawali proses buang dan tekanan silinder turun mendekati tekanan buang.
  4. Langkah Buang, dimana sisa gas yang dibakar keluar dari silinder disebabkan tekanan silinder yang pada hakikatnya lebih tinggi dibanding dibanding tekanan buang. gas kemudian di dorong keluar oleh piston ketika bergerak ke arah TMA. Ketika piston mendekati TMA, katup masuk terbuka. Sesaat setelah TMA, katup buang menutup dan siklus berulang ulang terus.
Untuk memperoleh keluaran daya yang lebih tinggi dari ukuran motor yang ditentukan, dan desain katup yang lebih sederhana, dikembangkan siklus dua langkah juga dapat digunakan baik untuk motor pengapian percikan maupun pengapian kompresi.

Friday, September 16, 2016

Menghitung Nilai Kalor Bahan Bakar

Reaksi kimia antara bahan bakar dengan oksigen dari udara menghasilkan panas. Besarnya panas yang ditimbulkan jika satu satuan bahan bakar dibakar sempurna disebut nilai kalor bahan bakar. Bedasarkan asumsi ikut tidaknya panas laten pengembunan uap air dihitung sebagai bagian dari nilai kalor suatu bahan bakar, maka nilai kalor bahan bakar dapat dibedakan menjadi nilai kalor atas dan nilai kalor bawah.
     Nilai kalor atas (High Heating Value,HHV), merupakan nilai kalor yang diperoleh secara eksperimen dengan menggunakan bom kalorimeter dimana hasil pembakaran bahan bakar didinginkan sampai suhu kamar sehingga sebagian besar uap air yang terbentuk dari pembakaran hidrogen mengembun dan melepaskan panas latennya. Data yang diperoleh dari hasil pengujian bom kalorimeter adalah temperature air pendingin sebelum dan sesudah penyalaan. Selanjutnya untuk menghitung nilai kalor atas, dapat dihitung dengan persamaan berikut:
Dimana :
HHV = Nilai kalor atas (kJ/kg)
T1      = Temperatur air pendingin sebelum penyalaan (oC).
T2      = Temperatur air pendingin sesudah penyalaan (oC).
Cv     = Panas jenis bom Kalorimeter (73259,6 kJ/kg oC).

Tkp     = Kenaikan temperature akibat kawat penyala (0,005 oC).

Sedangkan nilai kalor bawah dihitung dengan persamaan sebagai berikut :

Secara teoritis, besarnya nilai kalor atas dapat dihitung bila diketahiu komposisi bahan bakarnya dengan menggunakan persamaan Dulong.
Dimana :
HHV = Nilai kalor atas (kJ/kg).
C       = Persentase karbon dalam bahan bakar.
H2     = Persentase hydrogen dalam bahan bakar.
O2     = Persentase oksigen dalam bahan bakar.
S       = Persentase Sulfur dalam bahan bakar.

Nilai kalor bawah (Low Heating Value, LHV), merupakan nilai kalor bahan bakar tanpa panas laten yang berasal dari pengembunan uap air. Umumnya kandungan hidrogen dalam bahan bakar cair berkisar 15 % yang berarti setiap satu satuan bahan bakar, 0,15 bagian merupakan hidrogen. Pada proses pembakaran sempurna, air yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar adalah setengah dari jumlah mol hidrogennya.
Selain berasal dari pembakaran hidrogen, uap air yang terbentuk pada proses pembakaran dapat pula berasal dari kandungan air yang memang sudah ada didalam bahan bakar (moisture). Panas laten pengkondensasian uap air pada tekanan parsial 20 kN/m2 (tekanan yang umum timbul pada gas buang) adalah sebesar 2400 kJ/kg, sehingga besarnya nilai kalor bawah (LHV) dapat dihitung berdasarkan persamaan berikut:
Dimana :
LHV = Nilai kalor bawah (kJ/kg)
M      = Persentase kandungan air dalam bahan bakar (moisture)

Dalam perhitungan efisiensi panas dari motor bakar, dapat menggunakan nilai kalor bawah (LHV) dengan asumsi pada suhu tinggi saat gas buang meninggalkan mesin tidak terjadi pengembunan uap air. Namun dapat juga menggunakan nilai kalor atas (HHV) karena nilai tersebut umumnya lebih cepat tersedia. Peraturan pengujian berdasarkan ASME (American Society of Mechanical Enggineers) menentukan penggunaan nilai kalor atas (HHV), sedangkan peraturan SAE (Society of Automotive Engineers) menentukan penggunaan nilai kalor bawah (LHV).

Pengertian Termodinamika dan Sistem

Termodinamika adalah ilmu yang membahas hubungan atau pertukaran antara panas/kalor dengan kerja. Hubungan ini didasari hukum-hukumtermodinamika Pertama dan kedua.
Prinsip-prinsip dan metode termodinamika dipakai pada perencanaan motor bakar, ketel uap, pesawat pendingain, dan lain-lain.

Sistem adalah suatu batasan yang dipakai untuk melanjutkan suatu benda (benda kerja) dalam suatu permukaan tertutup. Permukaan tertutup dalam hal ini dapat berupa khayalan maupun yang sebenarnya. Misalnya ; udara dikompres dalam silinder piston, dan sebungkah es terapung diatas air.
  • Sistem terisolasi adalah system yang tidak dipengaruhi bagaimana pun oleh lingkungannya panas dan kerja tidak dapat berinteraksi dengan system melewati batas system.
  • Sistem terbuka, bila massa diperolehkan melewati batas system.

Sistem yang mempunyai susunan kimia dan keadaan fisik yang merah (uniform) maka zat tersebut dikatakan terdiri dari satu fase.
Air  - Fase cairan
      - Fase gas (uap air)
      - Fase padat (es)

Thursday, September 15, 2016

Pengertian Pembakaran Bahan Bakar

Pembakaran didefinisikan sebagai kombinasi secara kimiawi yang belangsung secara cepat antara oksigen dan unsur yang mudah terbakar dari bahan bakar pada suhu dan tekanan tertentu. Pembakaran pada motor bensin diawali oleh percikan bunga api listri dari busi yang terjadi pada saat beberapa derajat poros engkol sebelum torak mencapai titik mati atas, membakar campuran bahan bakar udara yang telah dikompresikan oleh gerakan torak dari titik mati bawak menuju titik mati atas. Secara umum hanya terdapat tiga unsur yang penting didalam bahan bakar yaitu Karbon, Hidrogen, dan Sulfur.

Dalam proses pembakaran, energi kimia diubaha menjadi energi dalam bentuk panas dimana pada setiap pembakaran selalu dihasilkan gas sisa hasil dari proses pembakaran yang dinamakan gas buang yang meliputi beberapa komponen-komponen gas buang antara lain CO2, NO2, H2O, SO2 dan CO.


Contoh pembakaran secara kimia antara karbon (C), Hidrogen (H2) dengan (O2) dapat dilihat pada reaksi dibawah ini :


Proses pembakaran secara teoritis suatu bahan bakar bensin (isooktan) dapat dilihat pada reaksi dibawah ini :




Thursday, April 28, 2016

Pengelasan (penyambungan Material)

Pengelasan adalah penyambungan material/besi untuk membuat bentuk yang di inginkan seperti, meja, kursi, jembatan dan kerangka untuk membuat kendaraan dan lain sebagainya.

Dibawah ini adalah keterangan dari komponen maupun cara pengelasan.

las listrik dengan elektroda karbon


Pemindahan Cairan dari elektroda ke bahan dasar

Pengutuban langsung

Pengutuban Tak langsung

Las AC - DC

Proses Las Mlg

Proses Las TIG


Regulator Las

Sirkuit las listrik dengan elektroda berselaput

Tuesday, April 5, 2016

Bahan Bakar Padat (Batubara)

Klasifikasi Batubara
Batubara diklasifikasikan menjadi tiga jenis utama yakni antracit, bituminous, dan lignit,  meskipun tidak jelas pembatasan diantaranya.

Pengelompokannya lebih lanjut adalah semiantracit, semi-bituminous, dan sub-bituminous. Antracit merupakan batubara tertua jika dilihat dari sudut pandang geologi, yang merupakan batubara keras, tersusun dari komponen  utama karbon dengan sedikit kandungan bahan yang mudah menguap dan hampir tidak berkadar air. Lignit merupakan batubara termuda dilihat dari pandangan geologi. Batubara ini merupakan batubara lunak yang tersusun terutama dari bahan yang mudah menguap dan kandungan air dengan kadar fixed carbon yang rendah.  Fixed carbon merupakan karbon dalam keadaan bebas, tidak bergabung dengan elemen lain. Bahan yang mudah menguap merupakan bahan batubara yang mudah terbakar yang menguap apabila batubara dipanaskan.

Batubara yang umum digunakan, contohnya pada industri di India adalah batubara bituminous dan sub-bituminous. Pengelompokan batubara India berdasarkan nilai kalornya adalah sebagai berikut :

Batubara kelas D, E dan F biasanya tersedia bagi industri India. Komposisi kimiawi batubara berpengaruh kuat pada daya pembakarannya. Sifat-sifat batubara secara luas dik lasifikasikan kedalam sifat fisik dan sifat kimia.

Sifat fisik dan kimia batubara
Sifat fisik batubara termasuk nilai panas, kadar air, bahan mudah menguap dan abu.  
Sifat kimia batubara tergantung dari kandungan berbagai bahan kimia seperti karbon, hidrogen, oksigen, dan sulfur.

Nilai kalor batubara beraneka ragam dari tambang batubara yang satu ke yang lainnya. Nilai untuk berbagai macam batubara diberikan dalam Tabel dibawah.


Analisis batubara
Terdapat dua metode untuk menganalisis batubara: analisis ultimate dan analisis proximate. Analisis ultimate menganalisis seluruh elemen komponen batubara, padat atau gas dan analisis proximate meganalisis hanya fixed carbon, bahan yang mudah menguap, kadar air dan persen abu. Analisis ultimate harus dilakukan oleh laboratorium dengan peralatan yang lengkap oleh ahli kimia yang trampil, sedangkan analisis proximate dapat dilakukan dengan peralatan yang sederhana. (Catatan: proximate tidak ada hubungannya dengan kata “approximate”). 

Penentuan kadar air 
Penentuan kadar air dilakukan dengan menempatkan sampel bahan baku batubara yang dihaluskan sampai ukuran 200- mikron dalam krus terbuka, kemudian dipanaskan dalam oven pada suhu 108 +20C dan diberi penutup. Sampel kemudian didinginkan hingga suhu kamar dan ditimbang lagi. Kehilangan berat merupakan kadar airnya.

Pengukuran bahan yang mudah menguap (volatile matter)
Sampel batubara ha lus yang masih baru ditimbang, ditempatkan pada krus tertutup, kemudian
dipanaskan dalam tungku pada suhu 900 + 15oC. Sampel kemudian didinginkan dan ditimbang. Sisanya berupa kokas (fixed carbon dan abu). Metodologi rinci untuk penentuan kadar karbon dan abu, merujuk pada IS 1350 bagian I: 1984, bagian III, IV.

Pengukuran karbon dan abu
Tutup krus dari dari uji bahan mudah menguap dibuka, kemudian krus dipanaskan dengan pembakar Bunsen hingga seluruh karbon terbakar. Abunya ditimbang, yang merupakan abu yang tidak mudah terbakar. Perbedaan berat dari penimbangan sebelumnya merupakan fixed carbon. Dalam praktek, Fixed Carbon atau FC dihitung dari pengurangan nilai 100 dengan kadar air, bahan mudah menguap dan abu.

Analisis proximate
Analisis proximate menunjukan persen berat dari fixed carbon, bahan mudah menguap, abu, dan kadar air dalam batubara. Jumlah fixed carbon dan bahan yang mudah menguap secara langsung turut andil terhadap nilai panas batubara. Fixed carbon bertindak sebagai pembangkit utama panas selama pembakaran. Kandungan bahan yang mudah menguap yang tinggi menunjukan mudahnya penyalaan bahan bakar. Kadar abu merupakan hal penting dalam perancangan grate tungku, volum pembakaran, peralatan kendali polusi dan sistim handling abu pada tungku. Analisis proximate untuk berbagai jenis batubara diberikan dalam table.

Fixed carbon: 
Fixed carbon merupakan bahan bakar padat yang tertinggal dalam tungku setelah bahan yang mudah menguap didistilasi. Kandungan utamanya adalah karbon tetapi juga mengandung hidrogen, oksigen, sulfur dan nitrogen yang tidak terbawa gas. Fixed carbon memberikan perkiraan kasar terhadap nilai panas batubara.

Bahan yang mudah menguap (volatile matter):
Bahan yang mudah menguap dalam batubara adalah metan, hidrokarbon, hydrogen, karbon monoksida, dan gas-gas yang tidak mudah terbakar, seperti karbon dioksida dan nitrogen.
Bahan yang mudah menguap merupakan indeks dari kandunagnbahan bakar bentuk gas didalam batubara. Kandunag bahan yang mudah menguap berkisar antara 20 hingga  35%.
Bahan yang mudah menguap:
  • Berbanding lurus dengan peningkatan panjang nyala api, dan membantu dalam memudahkan penyalaan batubara.
  • Mengatur batas minimum pada tinggi dan volum tungku.
  • Mempengaruhi kebutuhan udara sekunder dan aspek-aspek distribusi.
  • Mempengaruhi kebutuhan minyak bakar sekunder 

Kadar abu
Abu merupakan kotoran yang tidak akan terbakar. Kandungannya berkisar antara 5% hingga 40%. Abu:
  •  Mengurangi kapasitas handling dan pembakaran.
  • Meningkatkan biaya handling.
  • Mempengaruhi efisiensi pembakaran dan efisiensi boiler.
  • Menyebabkan penggumpalan dan penyumbatan.


Kadar Air :
Kandungan air dalam batubara harus diangkut, di-handling dan disimpan bersama-sama batubara. Kadar air akan menurunkan kandungan panas per kg batubara, dan kandungannya berkisar antara 0,5 hingga 10%. Kadar air:
  • Meningkatkan kehilangan panas, karena penguapan dan pemanasan berlebih dari uap.
  • Membantu pengikatan partikel halus pada tingkatan tertentu.
  •  Membantu radiasi transfer panas


Kadar Sulfur
Pada umumnya berkisar pada 0,5 hingga 0,8%. Sulfur: 
·         Mempengaruhi kecenderungan teradinya penggumpalan dan penyumbatan.
·         Mengakibatkan korosi pada cerobong dan peralatan lain seperti pemanas udara dan economizers.
·         Membatasi suhu gas buang yang keluar 

Analisis Ultimate
Analsis ultimate menentukan berbagai macam kandungan kimia unsur- unsur seperti karbon, hidrogen, oksigen, sulfur, dll. Analisis  ini berguna dalam penentuan jumlah udara yang diperlukan untuk pemakaran dan volum serta komposisi gas pembakaran. Informasi ini diperlukan untuk perhitungan suhu nyala dan perancangan saluran gas buang dll. Analisis ultimate untuk berbagai jenis batubara diberikan dalam tabel dibawah.


Penyimpanan, handling dan persiapan batubara
Ketidaktentuan dalam ketersediaan dan pengangk utan bahan bakar mengharuskan dilakukannya  penyimpanan dan penanganan untuk kebutuhan berikutnya. Kesulitan yang ada pada penyimpanan batubara adalah diperlukannya bangunan gudang penyimpanan, adanya hambatan masalah tempat, penuruan kualitas dan potensi terjadinya kebakaran. Kerugian kerugian kecil lainnya adalah oksidasi, angin dan kehilangan karpet. Oksidasi 1% batubara memiliki efek yang sama dengan kandunag abu 1% dalam batubara. Kehilangan karena angin mencapai 0,5 – 1,0 % dari kerugian total.

Penyimpanan batubara yang baik akan meminimalkan kehilangan karpet dan kerugian terjadinya pembakaran mendadak. Pembentukan “karpet lunak”, dari batubara halus dan tanah, menyebabkan kehilangan karpet. Jika suhu naik secara perlahan dalam tumpukan batubara, maka dapat terjadi oksidasi yang akan menyebabkan pembakaran yang mendadak dari batubara yang disimpan. Kehilangan karpet dapat dikurangi dengan cara:
  1. Mengeraskan permukaan tanah untuk penyimpanan batubara.
  2. Membuat tempat penyimpanan standar yang terbuat dari beton dan bata


    Di Industri, batubara di-handling secara manual maupun dengan conveyor. Pada saat handling batubara harus diusahakan supaya sesedikit mungkin batubara yang hancur membentuk partikel kecil dan sesedikit mungkin partikel kecil yang tercecer.
Persiapan batubara sebelum pengumpana ke boiler merupakan tahap penting untuk   mendapatkan pembakaran yang baik. Bongkahan batubara yang besar dan tidak beraturan dapat menyebabkan permasalahan sebagai berikut:
  • Kondisi pembakaran yang buruk dan suhu tungku yang tidak mencukupi.
  • Udara berlebih yang terlalu banyak mengakibatkan kerugian cerobong yang tinggi.
  • Meningkatnya bahan yang tidak terbakar dalam abu.
  • Rendahnya efisiensi termal 


Motor Bakar Dua Langkah

Setelah kita mengetahui Klasifikasi motor bakar Torak berdasarkan Susunan Silider sekarang saya akan membahas tentang Siklus operasi Motor, motor pembakaran dalam, baik motor bensin ataupun motor diesel, dibedakan dalam 2 (dua) yaitu :
  • Motor bakar 2 (dua) Langkah
  • Motor bakar 4 (empat) Langkah
Motor Bakar Dua Langkah
Motor ini hanya membutuhkan satu kali putaran poros engkol untuk menyelesaikan satu siklus di dalam silinder. kerja atau langkah daya dihasilkan pada setiap putaran poros engkol. Motor dua langkah beroperasi tanpa katup. Sebagai pengganti katup, kebanyakan mesin dua langkah menggunakan lubang saluran di dinding silinder yang di buka dan ditutup oleh piston/torak ketika bergerak naik turun di dalam silinder. Beberapa motor dua langkah menggunakan katup pasif atau kelopak penutup yang disebut sebagai katup buluh untuk membantu menutup bak engkol setelah campuran udara/bahan bakar dihisap.

Jika pada proses motor empat langkah berlangsung di atas piston/torak, maka motor dua langkah juga memanfaatkan area dibawah piston/torak (crankcase) untuk mempercepat operasi.
Proses kompresi pada motor dua langkah terjadi dua kali setiap putaran. Kompresi pertama atau pre-compression berlangsung di dalam blok engkol, di mana campuran udara-bahan bakar ditarik ke dalam bak engkol dan selanjutnya dikompresi melalui gerakan engkol dan masuk ke uang bakar. Kompresi kedua berlangsung didalam silinder dan ruang bakar sehingga dihasilkan tekana tinggi untuk menyalakan campuran dari bahan bakar dan udara dengan bantuan dari busi yang memercikkan bunga api, sampai terjadi ledakan sehingga piston bergerak kebawah.

1. Langkah Hisap
Saat piston bergerak menuju ke (Titik Mati Atas) TMA atau setengah putaran pertama atau 180 derajat, terjadi kevakuman diruang engkol (bagian bawah piston) dan saluran masuk terbuka. Karena adanya beda tekanan tersebut, udara luar dihisap masuk dan bercampur dengan bahan bakar di karburator yang selanjutnya masuk ke ruang engkol dan proses ini disebut dengan langkah Hisap.

2. Pre-compression
Saat piston bergerak ke bawah atau TMB (Titik Mati Bawah) setengah putaran kedua atau 180 derajat menutup lubang saluran masuk dan meremas (squeezes) campuran udara-bahan bakar didalam bak engkol sehingga tekanan meningkat. Saat piston terus bergerak kebawah, saluran transfer pada silinder terbuka. Campuran bertekanan didesak naik ke atas di atas piston. Pada titik ini, saluran buang di dinding silinder di seberang saluran transfer juga terbuka.

3. Langkah Kompresi
Piston bergerak ke TMA atau menutup saluran transfer dan buang dan memanpatkan campuran udara-bahan bakar kedalam ruang bakar.

4. Langkah Usaha/Daya
Tepat sebelum mencapai TMA, busi menyalakan campuran udara dengan bahan bakar dan tekanan tinggi yang diciptakannya mendorong torak ke TMB untuk melakukan langkah daya/usaha.

5. Langkah Buang
Saat piston bergerak ke bawah atau TMB melakukan langkah daya/usaha. saluran buang dan campuran yang masuk dari saluran transfer membantu mendorong gas hasil dari pembakaran keluar dari ruang bakar mesin dan proses ini disebut Pembilasan.

Sekian Artikel Motor Bakar Dua Langkah semoga bermanfaat dan tunggu Artikel selanjutnya.

Saturday, April 2, 2016

Klasifikasi Motor Bakar Torak Berdasarkan Susunan Silinder

Disini saya akan menceritakan secara singkat Klasifikasi Motor Bakar Torak Berdasarkan Susunan Silinder. berikut adalah klasifikasinya.

Berdasarkan susunan dari silindernya, pada umumnya Motor Bakar Torak debedakan menjadi :


1. Motor Bakar Torak Sebaris (in-line)

Gambar di atas menunjukkan bahwa motor yang pistonnya disusun berderet satu sama lain. Model ini adalah desain paling umum, membutuhkan banyak ruang karena panjang blok silinder yang diperlukan untuk tempat torak, terutama pada motor dengan jumlah silinder empat atau lebih dari empat.

2. Motor Bakar Torak V


Silinder ditata dalam bentuk huruf V. poros engkol dapat dibuat lebih pendek dan lebih kompak. Ketika penyalaan (firing) terjadi pada setiap deretan piston dalam satu baris (bank ), mereka membantu untuk menyeimbangkan satu sama lain dan menyediakan kelancaran dalam pengiriman tenaga.

3. Motor Bakar Torak Datar (flat engine)


Kadang-kadang disebut motor boxer atau motor horizontal berlawanan. Pada motor jenis ini, torak ditata mendatar di setiap sisi poros engkol. Ini berarti pada motor empat silinder horizontal berlawanan akan terdapat dua torak di setiap sisi poros engkol. Sebuah mesin datar menyediakan pusat gravitasi rendah dan pergerakan poros engkol relatif singkat karena hanya ada dua piston berdampingan. ini membuat mesin menjadi kompak.

Sekian dulu artikelnya, semoga bermanfaat. tunggu artikel selanjutnya.

Monday, March 28, 2016

Menggambar Roda Gigi 2D dengan AutoCAD

Setelah artikel cara mengistal autoCAD di leptop/computer, dan mengenal autoCAD. Setelah autocad tersebut sudah terinstal di computer/leptop. Mari kita belajar menggunakannya, yaitu menggambar roda gigi 2D (dua dimensi). Berikut adalah langkah-langkah untuk menggambar roda gigi 2D.

Adapun langkahnya adalah sebagi berikut :
      1.      Klik menu Browser dan pilih menu format kemudian pilih Unit.
Ubah precision menjadi 0.00 dan unit to scale inserted content menjadi centimeter kemudian ENTER. Perhatikan gambar dibawah ini sebagai panduan.

      2.      Setelah langkah diatas selesai kemudian klik menu browser dan pilih menu circle.
Tentukan titik awal yang akan anda buat lingkaran pertama dan ukuran sesuai dengan rancangan anda, disini saya membuat 12,14 dan 18. Perhatikan gambar dibawah ini.



       3.      Buat pola roda giginya dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a.      Ketik line pada command kemudian tekan ENTER
Tentukan titik awal garis pada posisi center lingkaran, panjang garis adalah 20 cm
b.      Ketik offset pada command kemudian tekan ENTER.
Pada specity offset distance or ketikkan 0.5 kemudian ENTER.
c.       Klik objeck garis yang 20 cm tadi kesamping kanan dan kiri garis tersebut perhatikan gambar dibawah ini.


d.      Ulangi langkah b dan c tetapi pada specity offset distance or ketikkan 2 kemudian ENTER.

e.      Buat pola roda giginya/garis miring seperti gambar dibawah ini. Klik line di command kemudian tekan ENTER.
Pilih tempat yang akan dibuat garis miring perhatikan gambar.

f.        Kemudian hapus garis yang tidak perlu dengan cara blok semua garis yang vertical kemudian tekan DEL.

g.      Perbanyak pola roda giginya yang sudah dibuat, sesuai dengan rancangan anda. Disisni saya membuat jumlah giginya 18 unit.
h.      Klik menu browser dan pilih menu Array.
i.        Pada kolom Array pilih Polar array.
j.        Klik select object/pilih objek yang akan diperbanyak dengan membloknya kemudian ENTER.
k.       Pilih center point yaitu klik center lingkarannya.
Isi total number of items dengan jumlah gigi rancangan anda, disini saya buat 18 unit dan pastikan Angle to fil tetap 360. Kemudian klik preview, apabila sudah sesuai dengan rancangan anda klik Accept.

l.        Potong aris lingkaran 18 dan 14 sehingga berbentuk roda gigi. Klik menu trim kemudian ENTER.
m.    Buat lingkaran kecil ditengah lingkaran 12 untuk letak porosnya dengan cara langkah 2 dengan ukuran lingkarannya 2 cm.



Sekian artikel membuat roda gigi 2D, semoga bermanfaat. Dan tunggu artikel menggambar roda gigi 3D.

iklan

 

Copyright © TEKNIK MESIN ZONE. All rights reserved. Template by T M Z