Showing posts with label PROSES MANUFAKTUR. Show all posts
Showing posts with label PROSES MANUFAKTUR. Show all posts

Friday, October 14, 2016

Jenis Sabuk dan Kegunaanya

Macam – macam sabuk Untuk Transmisi daya dan spesifikasi sabuk tersebut :
A. Sabuk – V standar ( berlapis tunggal dan banyak ).

  • Murah dan pasaranya luas
  • Untuk mesin – mesin industri umum.
  • Batas temperatur sampai 60oC.
B. Sabuk – V unggul ( berlapis tunggal dan banyak )

  • Tahan panas, minyak dan listrik statis.
  • Kekuatan tinggi.
  • Untuk tugas berat dan jumlah sabuk sedikit.
  • Batas temperatur sampai 90oC.
C. Sabuk – V penampang pendek.

  • Tahan lenturan dan kecepatan tinggi.
  • Untuk otomobil dan puli dengan diameter kecil.
  • Batas temperatur sampai 90oC.
D. Sabuk – V tugas ringan (tipe - L).

  • Tahan lenturan dan kecepatan tinggi.
  • Untuk mesin – mesin pertanian. Puli penegang pada keliling luar sabuk dapat dipakai.
  • Batas temperatur 60oC. ( untuk temperatur lebih dari 60oC lebih baik dipakai sabuk – V unggul ).
E. Sabuk – V sempit.

  • Dapat mentransmisikan daya yang besar.
  • Untuk mesin – mesin industri umum.
  • Batas temperatur sampai 90oC.
F. Sabuk – V sudut lebar.

  • Untuk mentransmisikan kecepatan tinggi dan daya besar dengan puli kecil dan sempit.
  • Untuk otomobil.
  • Batas temperatur 80oC.
G. Sabuk – V putaran variabel.

  • Tahan lenturan dan tekanan samping.
  • Untuk penurun putaran variabel.
  • Batas temperatur sampai 90oC
H. Sabuk gigi penampang pendek.

  • Tahan lenturan dan kecepatan tinggi.
  • Untuk otomobil besar.
  • Batas temperatur sampai 90oC.
I. Sabuk segienam.

  • Untuk menggerakan poros banyak.
  • Untuk mesin – mesin pertanian dan mesin – mesin industri .
  • Batas temperatur sampai 60oC.
J. Sabuk bergigi (sabuk gilir).

  • Tidak slip, dapat dipakai untuk penggerak sinkron.
  • Untuk komputer, mesin perkakas, otomobil, dsb.
  • Batas temperatur sampai 80oC.
K. Sabuk berusuk banyak.

  • Dapat menghasilkan putaran dengan kecepatan sudut yang hampir tetap.
  • Untuk mesin perkakas, dll.
  • Batas temperatur sampai 80oC.
L. Sabuk berlapis kulit dan nilon.

  • Untuk transmisi putaran tinggi dan jarak poros tetap.
  • Untuk mesin kertas, mesin tekstil, dsb.
  • Batas temperatur sampai 80oC.

Tuesday, September 20, 2016

Pembentukan Deformasi Plastis


Proses Pembentukan
Prinsip dasar pembentukan logam adalah melakukan perubahan bentuk pada benda kerja cara memberikan gaya luar sehingga terjadi deformasi plastis.
Beberapa contoh dari deformasi plastis adalah sebagi berikut :

  1. Rolling
  2. Tempa 2
  3. Ekstrusi
  4. Drawing
  5. Deep drawing

Teknik Pembentukan meliputi tiga bidang ilmu utama yaitu :

  1. Bidang teknologi proses meliputi ; Geometri, Parameter, Kondisi proses
  2. Bidang Mekanika meliputi ; Gaya, Daya dan Energi.
  3. Bidang metalurgi ; Perubahan sifat bahan akibat proses teknologi.
Tujuan proses manufaktur (Proses Pembentukan) yang utama ada dua hal yaitu :

  1. Mengubah bentuk benda kerja menjadi bentuk yang diinginkan.
  2. Memperbaiki sifat-sifat bahan dengan perubahan struktur mokronya antara lain :
             - Menghomogenkan dan menghaluskan butiran.
             - Memecah dan mendistribusikan inklusi
             - Menutup rongga-rongga cacat akibat pengecoran
             - Memperkuat logam dengan proses.
Pembentukan logam diklasifikasikan berdasarkan :
  1. Temperatur pengerjaan
  2. Jenis-jenis gaya pembentukan
  3. Bentuk benda kerja
  4. Tahapan produk - sistem manufaktur

Thursday, April 28, 2016

Pengelasan (penyambungan Material)

Pengelasan adalah penyambungan material/besi untuk membuat bentuk yang di inginkan seperti, meja, kursi, jembatan dan kerangka untuk membuat kendaraan dan lain sebagainya.

Dibawah ini adalah keterangan dari komponen maupun cara pengelasan.

las listrik dengan elektroda karbon


Pemindahan Cairan dari elektroda ke bahan dasar

Pengutuban langsung

Pengutuban Tak langsung

Las AC - DC

Proses Las Mlg

Proses Las TIG


Regulator Las

Sirkuit las listrik dengan elektroda berselaput

Sunday, February 28, 2016

MESIN MILLING

             1. Pengertian Mesin Miling

          Mesin Milling(frais) adalah alat untuk mengerjakan suatu benda dengan mempergunakan pisau frais. Mesin ini merupakan mesin yang paling mampu melakukan banyak tugas dari segala mesin perkakas. Permukaan yang datar maupun berlekuk dapat dikerjakan dimesin ini dengan menyelesaikan dan ketelitian istimewa. Jika dilihat dari cara kerjanya, mesin frais termasuk mesin peralatan yang mempunyai gerak utama berputar.
Gambar 1. Mesin Milling

Nama-nama bagian mesin frais :
a. ® Lengan, untuk kedudukan penyokongan bor
b.®  Penyokong arbor
c.®  Tuas untuk menggerakkan meja secara otomatik
d.®  Nok Pembatas untuk membatasi jarak gerakan otomatis meja.
e.®  Meja mesin, tempat untuk memasang benda kerja dan perlengkapan
f. ®  Engkol, untuk menggerakkan meja dalam arah memanjang.
g.®  Tuas untuk mengunci meja
h.®  Baut penyetel, untuk menghilangkan getaran meja
i. ®  Engkol untuk menggerakakan sendel dalam arah melintang
j. ®  Engkol untuk menggerakkan lutut dalam arah tegak.
k.®  Tuas untuk mengunci meja
l. ®  Tabung pendukung dengan batang ulir, untuk mengatur tingginya meja.
m. ®    Lutut tempat untuk kedudukan alas meja
n. ® Tuas untuk menggunci sadel.
o. ® Alas meja , tempat kedudukan meja
p. ® Tuas untuk mengubah kecepatan motor listrik
q. ® Engkol meja
r. ®  Tuas untuk menentukan besarnya putaran sadel dan pisau frais.
s. ® Tuas Untuk mengatur angka-angka kecepatan spindel dan pisau frais.
T. ® Tiang, untuk mengantar turun naiknya meja.
u. ® Spindel untuk memutar obor dan pisau frais
v.® Tuas, untuk menjalankan spindel .
               Dengan demikian frais sebagai alat pemotong berkerja berputar dan dipasang pada obor mesin. Arbor mesin didukung dengan alat pendukung arbor dan di putar oleh sumbu utama mesin. Spindel dapat berputar kekiri atau kekanan sesuai dengankeperluan. Dengan spindel yang berputar itu, dapat diatur kecepatannya tergantung dari bentuk pekerjaan dan bahan-bahan atau benda-benda kerja. Juga tergantung dari garis tengah dan kekerasan bahan frais.
Gambar 2. Frais Menyayat Benda Kerja
           
Mengerjakan sesuatu benda pada mesin frais disebut mengefrais, umpamanya mengefrais datar, mengefrais tegak, mengefrais alur dan sebagainya. Untuk melakukan penyeyatan, benda kerja dipasang pada meja kemudian meja di naikan hingga benda itu termakan/dimakan oleh pisau yang sedang berputar. Selanjutnya meja digerakkan  sesuai kebutuhan untuk memberi penyayatan yang terus menerus.
                Pada dasarnya gerakan meja mesin frais dapat dilakukan dalam dua arah, yaitu gerakan datar (membujur dan melintang) dan gerakan tegak (naik turun) juga gerakan meja ini dapat dilakukan dengan tangan atau secara otomatis.
Gambar 3. Gerakan Meja Pada Mesin Frais

                    2. Perbedaan mesin frais dengan mesin bubut.

Tidak banyak perbedaan yang terdapat antara kedua mesin ini. Bahkan secara macam pengerjaannya kedua mesin ini juga hampir sama. Namun perbedaan kedua mesin ini terdapat dalam cara kerja mesin ini. Pada mesin bubut, benda kerja digerakkan berputar oleh poros/sumbu utama sedangkan pahatnya bergerak sepanjang arah mesin (mendatar atau melintang) tatapi pada mesin frais ini pahatnya berbentuk melingkar dan dipasang pada sumbu/poros utama dan berputar dan memakan / menyayat benda kerja, sedangkan benda kerjanya berjalan bersama sepanjang alas mesin. Baik secara gerak mendatar maupun melintang dan benda kerja ini dapat diputar sesuai dengan sudut yang dikehendaki, sedangkan pada mesin bubut pahat dapat diputar sebesar sutut yang kehekendaki.

3. Macam-macam Pisau Frais

Hasil hasil bentuk perkerjaan mesin frais tergantung dari bentuk pisau frais yang dipakai. Bentuk utama pisau frais tidak berubah meskipun diasah. Tidak seperti pahat bubut yang disesuaikan menurut kebutuhannya disamping bentuk-bentuk yang sudah tetap, pisau frais disekelilingnya mempunyai gigi-gigi yang berperan sebagai mata pemotong.
Gambar 4. Macam-macam pisau frais


 

Friday, February 26, 2016

MESIN POTONG

1. Mesin Potong Plat.
           Pelat-pelat hasil produksi pabrik umumnya masih dalambentuk lembaran yang ukuran dan bentuknya bervariasi. Pelat-pelat dalam bentuk lembaran ini tidak dapat langsung dikerjakan,  sebab  terlebih  dahulu  harus  dipotong  menurut  gambar  bukan  komponen yang akan dibentuk pengerjaan. Pembentukan pelat dalam bentuk lembaran inikurang efektif apabila dikerjakan secara langsung. Dalam dunia industri istilah pemotongan pelat sebelum dikerjakan disebut pemotongan awal(pre cutting).    Pre cutting atau pemotongan awaldilakukan untuk pemotongan pelat menurut bagian gambar dan ukurannya.

Gambar 1.  Prinsip Kerja Pemotongan

    Proses pemotongan pelat-pelat ini dapat dilakukan dengan berbagai macam teknik pemotongan sesuai kebutuhan masing-masing teknik pemotongan sesuai kebutuhan masing-masing.

        Peralatan potong yang digunakan untuk pemotongan pelat mempunyai jangkauan atau kemampuan pemotongan tersendiri. Biasanya untuk pemotongan pelat-pelat tipis, pemotongannya dapat digunakan alat-alat potong manual seperti: gunting tangan, gunting luas, pahat dan sebagainya. Untuk ketebalan pelat di atas 1,2mm sangat sulit dipotong secara manual dan pemotongan digunakan mesin-mesin potong.
     Teknik-teknik pemotongan pelat ini dapat dilakukan dengan berbagai macan teknik pemotongan pelat dengan peralatan tangan, mesin-mesin potong manual, mesin gunting putar, mesin waktu dan sebagainya.
  Gambar .2. Mesin Potong Otamatis/Mesin Gullotin Otomatis


Gambar 3. Proses Pemotongan Otomatis

2. Pemotonga Dengan Peralatan Tangan
2.1. Gunting Tangan
Sesuai dengan namanya yakni gunting tangan digunakan untuk pemotongan pelat-pelat dengan tangan secara manual.Kemampuan potong gunting tangan ini hanya mampu memotong pelat di bawah ketebalan 0,8 mm.
Gaya pemotongan yang ditimbulkan dalam proses pemotongan dengan gunting angan adalah gaya geser, akibat geseran antara kedua mata pisau inilah yang menyebabkan terguntingnya pelat.  Gunting tangan ini dapat dibagi dalam 3 (tiga) jenis, sesuai dengan dan kengunaannya yakni:
Ø  Gunting tangan lurus
Gunting tangan lurus ini digunakan untuk pemotongan-pemotongan pelat dalam bentuk lurus
Gambar 4. Gunting tangan lurus
Gambar 5. Proses pemotongan dengan gunting lurus

Ø  Gunting Tangan Lingkaran
Kegunaan gunting tangan lingkaran inisangat baik digunakan untuk pemotongan- pemotongan pelat berbentuk lingkaran.


Gambar 6. Gunting tangan lingkaran

Gambar 7. Proses pemotongan dengan gunting Lingkaran
Ø  Gunting tangan kombinasi

Gunting tangan kombinasi ini dapat digunakan untuk pemotongan lurus maupun llingkaran

Gambar 8. Gunting tangan kombinasi

Gambar 9. Proses pemotongan dengan gunting kombinasi

Selain gunting tangan yang tersebut di atas, ada juga gunting lainnya yang sering digunakan dalam pekerjaan pemotongan pelat. Bentuk gunting tersebut dapatdilihat pada gambar di bawah ini .
Gambar 10. Gunting kombinasi dengan penahan

Gambar 11. Gunting kanan

Gambar 12. Gunting lingkaran
2.2. Guntingtuas
Gunting tuas digunakan untuk pemotongan pelat yang mem-punyai ketebalan 1mm - 3 mm, tetapi penggunaan gunting tuas ini lebih sering digunakan untuk pemotongan pelat- pelat strip. Prinsip pemotongan gunting tuas ini dapat dilihatpada gambar dibawah.


Gambar 13. Gunting tuas

Gambar 14. Bagian-bagian gunting tuas

Gaya  pemotongan  yang  ditimbulkan  untuk  memotong  pelat  ini  digerakkan  oleh  tuas yang berhubungan langsung dengan pisau atas. Posisi pelat yang dipotong terletak pada pisau bawah yang tetap.

Jenis gunting tuas bermacam-macam sesuai dengan tipe dan bentuknya masing-masing. Salah satu jenis gunting tuasmempunyai ketebalan pemakanansebesar tebal pisau yang digunakan. Pemotongan ini tedapat pada jenis gunting tuas meja. Gunting tuas meja ini mempunyai sisa pemotongan sebesar 5 mm sesuai tebal mata pisau yang digunakan. Jadi untuk mendapatkan ukuran yang tepat sewaktu pemotongan harus dilebihkan sebesar tebal mata pisau.

2.3. Pahat Potong
Pahat potong tangan digunakan bagian dalam dari sisi pelat, sebab pemotongan bagian dalam pelat ini sulit dilakukan dengan gunting. Prinsip kerjanya pemotongan pelat dengan pahat ini dilakukan di atas landasan paron ataupada ragum-ragum meja.

Gambar 15. Pemotongan pelat dengan pahat


Teknik pemotongan ini dapat dilihat seperti pada gambar di bawah. Garis pemotongan diletakkan sejajar dengan catok ragum dan pahat dimiringkan 30º terhadap arah pemotongan.
Gambar 18. Posisi pahat untuk pemotongan pelat

2.4. Gergaji Tangan

Gergaji  ialah  sejenis    alat  yang  digunakan  untuk  memotong  sesuatu.  Bilah  gergaji biasanya bergerigi dan  bentuk  gigi  gergaji  bergantung kepada bahan yang dipotong, contohnya kayu atau logam. Ada banyak jenis gergaji. Diantaranya merupakan peralatan tangan yang bekerja dengan kekuatan   otot. Beberapa gergajimemiliki sumber tenaga lainseperti stim, air atau elektrik dan lebih kuat dari gergaji tangan.

Gergaji biasanya menimbulkan bunyi bising. Menggunakan gergaji untuk memotong bahan agak berbahaya karena tepinya yang tajam. Bagian benda yang dipotong gergaji dapat terbang tanpa disadari dan berbahaya buat pernapasan, mata dan kulit. Gergajit tangan adalah alat potong yang banyak digunakan pada bengkel kerja bangku dan kerja mesin.  Gergaji  tangan  adalah  peralatan  utama  dalam  bengkel,  karena  fungsi  alat  ini adalah untuk menyiapkan bahan bakal yang akan dikerjakan atau dibuat benda kerja.

Prinsip kerja dari gegaji tangan adalah langkah pemotongan kearah depan sedangkan langkah mundur mata gergaji tidak melakukan pemotongan. Prinsip kerja tersebut sama dengan prinsip kerja mengikir. Pekerjaan pemotongan dilakukan oleh dua daun mata gergaji yang mempunyai gigi-gigi pemotong. Dengan menggunakan gergaji tangan dapat dilakukan pekerjaan seperti memendekkan benda kerja, membuat alur/celah dan melakukan pemotongan kasar/pekerjaan awal sebelum benda kerja dikerjakan oleh peralatan lain.

Gambar 17. Gergaji Tangan

Ø  Bagian-bagian Gergaji Tangan.
Adapun bagian-bagian dari gergaji tangan adalah:
1.     Bingkai/rangka, Bingkai gergaji kuat dan kokoh untuk memegang mata gergaji ketika dipasang dalam berbagai bentuk untuk melakukan suatu pekerjaan. Terdapat dua jenis bingkai, yaitu bingkai tetap dan bingkai tidak tetap. Bingkai tetap  hanya  dapat  memegang  mata  gergaji  yang  sama  panjangnya  dengan bingkai. Sementara bingkai tidak tetap dapat digunakan untuk memasang mata gergaji yang mempunyai ukuran yang berbeda-beda. tersebut.
2.   Pemegang, Pemegang gergaji terdiri dari berbagai jenis, seperti pemegang yang berbentuk lurus atau benbentul pistol. Pemilihan pemegang gergaji tergantung pada keinginan pemakai pada saat melakukan pekerjaan tertentu.
3.   Peregang/pengikat,  Peregang  adalah  baut  yang  terdapat  pada  bingkai  gergaji yang berfungsi untuk mengikat dan mengatur ketegangan mata gergaji pada saat dipasang pada bingkai.
4.   Daun  mata  gergaji,  Pemilihan  mata  gergaji  sangat  penting  untuk  mengergaji
sesuatu jenis logam dengan baik. Beberapa faktor yang  perlu diperhatikan pada saat memilih mata gergaji adalah:
a.   Bahan mata gergaji, Mata gergaji dibuat dari bahan seperti baja karbon tinggi, baja tahan panas, baja paduan tungsten dan baja paduan molibdenum. Pemilihan jenis mata gergaji tergantung pada kekerasan logam  yang  akan  dipotong.  Mata  gergaji  yang  terbuat  dari  baja  tahan panas lebih ekonomi dan tidak cepat haus jika dibandingkandengan jenis yang lain.
b. Kekerasan  mata  gergaji,  Kebanyakkan  mata  gergaji  dikeraskan keseluruhannya,  tetapi  untuk  jenis  mata  gergaji  lentur,  hanya  bagian giginya saja yang dikeraskan. Mata gergaji ini jarang patah dan dapat memotong bagian-bagian yang sukar dipotong.
c.   Ukuran mata gergaji, Panjang mata gergaji adalah antara 255 mm hingga
300 mm untuk gergaji besi tangan.
d.   Bentuk mata gigi, Bentuk mata gergaji adalah berselang seling kekiri dan kekanan. Tujuannya adalah supaya mata gergaji ini tidak terjepit pada saat memotong benda kerja dan jugauntuk memberi ruang pada serbuk logam agar mudah keluar.
Ukuran matagergaji diukur dari:
·    Panjang
·    Tebal
·    Lebar
·    Jarak atau bilangan gigidalam satu inci

Panjang  bilah  mata  gergaji  tangan  diukur  dari  jarak  antara  pusat lubang  pada  setiap ujungnya. Untuk bilah mata gergaji tanganyang biasa digunakan panjangnya ialah 250 mm dan 300 mm, lebarnya 13 mm dan 16 mm serta tebalnya adalah 0.63 mm dan 0.80 mm

Ø  Memilih daun gergaji
Pekerjaan pemotongan akan berhasil dengan baikapabila pemilhan alatpotongnya yang benar, artinya sesuai dengan jenis bahan yang akan dipotong, sesuai dengan kecepatan pemotongan dan sesuai  dengan sifat pemotongan. Untuk itu perlu adanya pedoman dalam pemilihan daunmata gergaji.

Di bawah ini diberikan pedoman sederhana, untuk membantupemilhan daun gergaji agar dapat dihasilkan pemotongan yang baik.
·     Bahan yang kan dipotong harus terlebih dahulu diketahuikekerasanya dan jenis bahan apa.
·     Bahan yang akan dipotong terlebih dahulu harus ketahui bentuk profil dan besar ukurannya.
·     Sifat pemotongan yang bagaimana yang harus dilakukan, apakah pemotongan dengan menggunakan cairan pendinginatau tidak.
Pada  tabel  di  bawah  ini  diberikan  pedoman  pemilihan  daun  mata  gergaji  berkaitan dengan besar ukuran dan jenis bahan.
Tabel.1. Hubungan antara besar ukuran bahan dan jenis  bahan dengan jenis daun mata gergaji



3.  Pemotongan Dengan Mesin Gergaji Pita
Mesin gergaji pita merupakan sebuah mesin yang mempunyai spesifikasi tersendiri, dikarenakan kemampuan mesinini dapat memotongprofil-profil lengkung tak tentu. Mesin gergaji pita ini dilengkapi dengan mata gergajiyang berbentuk pita melingkar. Mata gergaji ini diregang diantara dua rol. Rol penggerak dihubungkan dengan power supplai motor listrik .Motor listrik ini menghasilkan putaran dan sekaligus memutar mata gergaji yang berbentuk pita. Kedua rol ini mempunyai jarak yang berguna untuk tempat berlangsungnya proses pemotongan.



Gambar 18. Mesin Gergaji Pita

4.  PemotonganDengan Mesin Gullotine
Mesin gullotine terdiri diri 2 (dua) jenis yakni mesin gullotine manual dan mesin gullotine hidrolik . Mesin gullotine manual pemotongan pelat dilakukan dengan tuas penekan yang digerakkan oleh kaki si pekerja. Mesin gullotine hidrolik proses pemotongannya digerakkan dengan sistem hidrolik, sehingga kemampuan potong mesin gullotine hidrolik ini lebih besar dari mesin gullotine manual.

Mesin gullotin ini hanya mampu untuk pemotongan pelat-pelat lurus. Untuk mesin gullotine manualketabalan pelat yang dapat dipotong di bawah 0,6 mm dan mesin gullotine hidrolik mampu memotongpelat antara 6-10 mm .

Prinsip kerja mesin gullotine ini menggunakan gaya geser untuk proses pemotongan. Pelat yang dipotong diletakkan pada landasan pisau tetap dan pisau atas ditekan sampai memotong pelat. Untuk mengurai besarnya gaya geser sewaktutejadinya proses pemotongan posisi mata pisau atas dimiringkan, sehingga luas penampang pelat yang yang dipotong mengecil.

Gambar 19. posisi mesin Gullotine
Hasil pemotongan dari mesingullotine ini dipengeruhi oleh kemiringan dan kelonggaran (suaian) antara kedua posisi pisau. Untuk mendapatkan hasil pemotongan yang baik tehadap pelat yang dipotang sesuai antara ke 2 mata pisau harus jenis pelat yang dipotong.  Sesuai mata pisau yang diizinkan menurut pengujian Feeler Gouges untuk baja dan brass dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel.2. Suaian pisau mesin gullotine.



Hasil pemotongan pelat yang baik dan sesuai menurut kelonggaran-nya (suaian) yang diizinkan dapat dilihat pada gambar berikut. Hasil pemotongan ini menurut pengujian feeler gauges.


Gambar 20. Hasil pemotongan pelat



Pada mesin-mesin gullotine ini juga dilengkapi dengan alat ukur untuk pengukuran pelat yang tepat, sehingga mempermudah pada proses pemotongannya.



Gambar 21. bagian mesin gullotine

Proses pemotongan dengan mesin Gullotine manual adalah pelat diletakkan di atas meja. Kemudian ukuran pelat yang akan dipotong diatur dengan memperhatikan ukuran yang ada pada meja. Setelah ukuran yang diinginkan diatur dengan tepat maka tuas ditekan dengan menggunakan kaki agar pisau memotong pelat-pelat tersebut. Gambar mesin Gullotine manual dapatdilihat pada gambar berikut:


Gambar 22. Mesin Gullotine Manual

Gambar 23. Gullotine Mesin

Gambar 23. adalah mesin gunting pelat sebelum mengalami perkembangan sampai sekarang. Mesin gunting pelat ini mampu memotong pelat lurus, dengan ketebalan pemotongan  maksimal  12  mm.    Prinsip  kerja  mesin  potong  ini  menggunakan  tenaga motor listrik yang dihubungkan dengan tuas penekan. Tuas penekan ini dihubungan dengan pisau bagian atas. Pisau atas ini bergerak naik turun.

Pelat diletakkan diantara pisau bawah yang tetap dan pisau atas yang bergerak turun. Sebelum  pisau  atas  turun  menggunting  pelat,  maka  stopper  atau  sepatu  penahan terlebih dahulun turun menahan pelat yang akan dipotong.   Stoper atau penahan ini berfungsi  untuk  menahan  pelat  agar  sewaktu  terjadinya  proses  pengguntingan  pelat tidak mengalami gaya balik.

Antara pisau bawah dan atas mempunyai kelonggaran atau kelonggaran (clearence) tertentu. Biasanya kelonggaran inidapat di atur sesuaidengan ketebalan pemotongan. Besarnya kelonggaran ini berbanding  lurus  terhadap ketebalan dan jenis bahan pelat yang  dipotong.  Semangkin  besar  ketebalan  pelat  yang  dipotong  maka  kelonggaran antara pisau ini juga akan menjadi lebih besar. Bahan pelat yang mempunyai kekerasan yang tinggi juga harus diikuti dengan penyesuaian kelonggaran antara matau pisau atas dan bawah.

5.  Pemotongan Dengan Mesin Potong Hidrolik

Mesin gunting hidrolik menggunakan tenaga   power supply tenaga hidrolik. Tenaga hidrolik yang dihasilkan untuk memotongadalah pompa hidraulik yang digerakkan oleh motor listrik. Mesin gunting hidraulik  ini  dilengkapi dengan program  pada panel box control  hidraulik.  Dengan  program  hidraulik  ini  pelayanan  untuk  operasional  mesin potong menjadi lebih sederhana. Kemampuan menggunting atau memotongpalt dengan mesin hidraulik ini sampai mencapai ketebalan pelat 20 mm. Prinsip kerja mesin hidraulik ini sama dengan mesin gulotine umumnya. Hanya penekan yang digunakan pada mesin ini  menggunakan actuator kerja  ganda (double acting)dengan  silinder sebanyak dua buah.

Actuator ini diletakkan di kiri dan kanan mesin yang berhubungan langsung dengan pisau atas.   Stopper yang digunakan juga   stopper yang digerakkan secara hidraulik. Jumlah stoppernya  lebih  banyak  dari  actuator  potong.  Jumlah    actuator  ini disusun  diantara celah pemotongan.Untuk  pemotonganyang mempunyai lebar yang kecil juga dapat ditekan oleh stopper.

Gambar 24. Mesin Gunting Hidrolik

Mesin potong Plane Hidraulik sesuai dengan fungsinya digunakan untuk proses pemotongan berbentuk bidang (plane). Kemampuan pemotongan dari mesin ini disesuaikan dengan bentuk-bentuk dan besar kecilnya plane serta ketebalan.

6. Pemotongan Dengan  Gerinda.

Pemotongan dengan gerinda potong ini menggunakan batu gerinda sebagai alat potong. Proses kerja pemotongan  dilakukan  dengan  menjepit material  pada  ragum  mesin gerinda. Selanjutnya   batu  gerinda dengan putaran tinggi  digesekan ke material. Kapasitas pemotongan yang dapat dilakukan pada mesin gerinda ini hanya terbatas pada pemotongan profil-profil. Profil-profil ini diantaranya pipa, pelat strip, besi siku, pipa stalbush dan sebagainya.


iklan

 

Copyright © TEKNIK MESIN ZONE. All rights reserved. Template by T M Z